Dorong Inovasi Ruang Kolaboratif, Bakorwil III Malang Terima Kunjungan Studi Tiru Pengelolaan EJSC dari Bakorwil II Bojonegoro
Author
Bakorwil III Malang
Date Published

Malang, 7 Mei 2026 — Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Provinsi Jawa Timur di Malang (Bakorwil III Malang) menerima kunjungan studi tiru dari Bakorwil II Bojonegoro terkait pengelolaan East Java Super Corridor (EJSC), Selasa (7/5). Kegiatan yang berlangsung di Gedung EJSC Malang ini menjadi ajang berbagi pengalaman dan penguatan sinergi dalam pengembangan ruang kolaborasi kreatif berbasis komunitas.
Kegiatan dipimpin oleh Kepala Bakorwil III Malang Asep Kusdinar, S.Hut., M.H. dan dihadiri oleh jajaran pengelola EJSC dari kedua wilayah. Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan dan penerimaan kunjungan, paparan pengelolaan dan program layanan EJSC Bakorwil III Malang, sesi diskusi dan tanya jawab, hingga peninjauan langsung fasilitas gedung EJSC Malang.
Dalam paparannya, pengelola EJSC Bakorwil III Malang menyampaikan bahwa EJSC Malang dikembangkan dengan visi sebagai Government Super Corridor sekaligus Community Super Corridor yang menjadi ruang kolaborasi kreatif antara pemerintah, komunitas, pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat.
Berbagai layanan unggulan yang dikembangkan antara lain fasilitas ruang kerja publik (coworking space), Klinik Kekayaan Intelektual (KI), layanan sertifikasi halal, hingga pengembangan program Millennial Job Center (MJC). Sepanjang tahun 2025–2026, layanan Klinik KI dan sertifikasi halal telah terlaksana dalam tiga batch kegiatan.
Sementara itu, program Millennial Job Center (MJC) tercatat telah mengelola lebih dari 2.305 proyek hingga tahun 2026. Selain itu, EJSC Malang juga mencatat total 31.864 pengunjung sepanjang tahun 2020–2025 yang didominasi oleh mahasiswa serta pelaku UMKM. Capaian tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap keberadaan ruang kreatif dan kolaboratif yang difasilitasi pemerintah.
Dalam sesi diskusi, perwakilan Bakorwil II Bojonegoro menanyakan strategi EJSC Bakorwil III Malang dalam membangun kerja sama sponsorship guna mendukung berbagai kegiatan dan program yang dijalankan.
Menanggapi hal tersebut, Advisor EJSC Bakorwil III Malang menjelaskan bahwa strategi sponsorship dilakukan melalui pendekatan relasional dan berbasis ekosistem dengan membangun jejaring bersama berbagai komunitas dan mitra potensial.
“Kerja sama tidak hanya dibangun melalui proposal formal, tetapi juga melalui hubungan yang berkelanjutan, kepercayaan, serta pemahaman terhadap kebutuhan komunitas dan mitra,” jelas Advisor EJSC Bakorwil III Malang.
Selain membahas strategi sponsorship, diskusi juga mengulas alur pengelolaan event serta keterlibatan Bakorwil dalam mendukung berbagai kegiatan di EJSC. Dijelaskan bahwa pengelolaan event dimulai dari perumusan konsep dan sasaran kegiatan, pemilihan mitra atau brand yang sesuai dengan nilai dan regulasi pemerintah, hingga proses perizinan pimpinan.
Dalam hal ini, Bakorwil tidak hanya berperan dari sisi pendanaan, tetapi juga sebagai fasilitator, pemberi legitimasi, pengarah kebijakan, serta penghubung antara komunitas, sektor swasta, dan pemerintah daerah.
Melalui kegiatan studi tiru ini, diharapkan terbangun pertukaran pengetahuan dan praktik baik antar wilayah dalam pengembangan ruang kreatif berbasis komunitas. Kepala Bakorwil II Bojonegoro juga menyampaikan harapannya agar pengelola EJSC di wilayahnya dapat lebih inovatif dan adaptif dalam menciptakan ruang kreatif yang mampu mewadahi potensi masyarakat.
Sebagai penutup, rombongan Bakorwil II Bojonegoro melakukan peninjauan langsung fasilitas Gedung EJSC Malang untuk melihat implementasi pengelolaan ruang kreatif dan layanan kolaboratif yang telah berjalan di Bakorwil III Malang.
