Peringatan Hari Kartini 2026, Perkuat Komitmen Bersama Turunkan Angka Kematian Ibu di Jawa Timur
Author
Bakorwil III Malang
Date Published
Banyuwangi, 3 Mei 2026 — Peringatan Hari Kartini Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk menurunkan angka kematian ibu melalui kolaborasi lintas sektor. Kegiatan yang mengusung tema “Bergerak Bersama Menurunkan Angka Kematian Ibu” ini diselenggarakan di Pendopo Shaba Swagata Blambangan, Banyuwangi, Minggu (3/5).
Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Selain itu, hadir perwakilan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, jajaran Kepala OPD Provinsi Jawa Timur, Kepala OPD Kabupaten Banyuwangi, serta para siswi SMA se-Kabupaten Banyuwangi. Bakorwil III Malang juga berpartisipasi melalui kehadiran Bapak Tri Suwarto, S.Hut., M.Tr.P selaku Kepala Sub Bidang Sarana dan Prasarana yang mewakili instansi.
Rangkaian acara diawali dengan kegiatan jalan sehat sebagai bentuk ajakan untuk menerapkan pola hidup sehat. Selanjutnya, dilaksanakan penyerahan hadiah lomba Gender of Champion dan lomba poster Hari Kartini tingkat SMA, pemutaran video kinerja Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, hingga deklarasi bersama penurunan angka kematian ibu.
Sebagai wujud komitmen bersama, dilakukan penandatanganan deklarasi oleh berbagai unsur lintas sektor, mulai dari perwakilan pelajar, perangkat daerah, hingga tokoh masyarakat. Penandatanganan ini melibatkan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, DP3AK Provinsi Jawa Timur, MUI Jawa Timur, Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, serta Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
Selain itu, kegiatan ini juga diisi dengan gerakan minum bersama tablet penambah darah oleh siswi SMP dan SMA se-Jawa Timur dalam rangka mendukung peringatan Hari Pendidikan Nasional sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan remaja putri.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (P3AK) Provinsi Jawa Timur, Dra. Sufi Agustini, M.Si menyampaikan bahwa peringatan Hari Kartini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan Raden Ajeng Kartini, tetapi juga momentum untuk mendorong perempuan masa kini menjadi pribadi yang mandiri, berpendidikan, dan berdaya saing.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam menurunkan angka kematian ibu melalui berbagai program yang menyentuh langsung masyarakat. Upaya tersebut antara lain peningkatan akses layanan kesehatan, pemantauan ibu hamil secara intensif, serta penguatan edukasi kesehatan.
“Seorang perempuan yang berjuang untuk dirinya sendiri berarti ia juga berjuang untuk seluruh perempuan,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas.
Perwakilan Gubernur Jawa Timur melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat menekankan pentingnya meneladani semangat perjuangan Kartini dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, disampaikan bahwa upaya penurunan angka kematian ibu memerlukan kolaborasi lintas sektor melalui peningkatan edukasi kesehatan, penguatan layanan kesehatan, serta pemberdayaan perempuan.
“Gerakan bersama ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan pemerataan akses layanan kesehatan hingga ke tingkat desa,” ujar Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Timur saat membacakan sambutan Gubernur Jawa Timur.
Sementara itu, Sekretaris Kementerian PPPA RI Ratna Susianawati, S.H., M.H. menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini harus menjadi momentum refleksi sekaligus aksi nyata dalam memperkuat peran perempuan di berbagai sektor.
Menurut Ratna Susianawati, perempuan memiliki peran strategis sebagai pilar keluarga, penggerak ekonomi, serta agen perubahan sosial. Oleh karena itu, peningkatan kualitas perempuan perlu didorong melalui pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi, termasuk perhatian terhadap kesehatan reproduksi perempuan yang masih menjadi isu nasional.
Sebagai bagian dari komitmen bersama, pada kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan nota kesepakatan antara Kementerian PPPA RI dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait sinergi pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu semakin meningkat, sekaligus memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam upaya menurunkan angka kematian ibu di Jawa Timur.
Peringatan Hari Kartini Tahun 2026 tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga langkah nyata dalam mendorong terwujudnya perempuan yang sehat, berdaya, dan berperan aktif dalam pembangunan menuju masyarakat yang lebih sejahtera.
