Loading...--:--:--
Bakorwil Logo
Bakorwil III Malang,  Gubernur Jawa Timur

Peringatan Hari Posyandu Nasional 2026, Gubernur Khofifah Dorong Transformasi Posyandu Berbasis 6 SPM

Author

Bakorwil III Malang

Date Published

Kuala Lumpur, 29 April 2026 — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya transformasi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebagai langkah strategis untuk mendekatkan layanan dasar kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga. Hal tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Posyandu Nasional 2026 yang mengusung tema “Transformasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM): Mendekatkan Layanan, Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat.”

Menurut Gubernur Khofifah, Posyandu memiliki peran penting sebagai lembaga kemasyarakatan desa dan kelurahan yang menjadi wadah partisipasi masyarakat serta mitra pemerintah dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan pembangunan di tingkat lokal. Posyandu selama ini dikenal sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat dan kini terus diperkuat agar mampu menjangkau kebutuhan masyarakat secara lebih luas.

Ia menjelaskan bahwa transformasi Posyandu berbasis enam SPM menjadikan Posyandu tidak hanya berfokus pada layanan kesehatan, tetapi juga berkembang sebagai pusat layanan terpadu di berbagai sektor. Enam bidang pelayanan tersebut meliputi kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat.

Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan dapat memperoleh akses layanan dasar yang lebih dekat, cepat, dan responsif tanpa harus menempuh jarak jauh. Posyandu hadir sebagai ruang pelayanan yang inklusif, berbasis gotong royong, serta mampu memperkuat pembangunan dari tingkat bawah.

Di Jawa Timur, peran Posyandu dinilai sangat signifikan. Saat ini terdapat 46.414 Posyandu yang didukung oleh 301.013 kader kesehatan yang tersebar di berbagai wilayah. Keberadaan Posyandu tidak hanya berkontribusi dalam peningkatan layanan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat dan penguatan pembangunan partisipatif di desa maupun kelurahan.

Selain itu, Posyandu juga dinilai mampu menyalurkan aspirasi masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, mendukung kesejahteraan keluarga, serta mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Gubernur Khofifah turut menekankan bahwa keberhasilan transformasi Posyandu memerlukan sinergi lintas sektor, baik dari pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, maupun masyarakat. Ia menyampaikan apresiasi atas dedikasi para kader yang selama ini menjadi ujung tombak dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Melalui penguatan Posyandu yang semakin terintegrasi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur optimistis dapat mewujudkan masyarakat yang sehat, sejahtera, dan berdaya saing, sekaligus menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas.

Bagikan Artikel Ini

Komentar

Tulis Komentar

Email tidak akan ditampilkan. Komentar akan muncul setelah disetujui admin.